Disrupsi Digital, Membawa Dua Pengaruh dalam Dunia Bisnis

 

Indonesia masuk dalam deretan negara yang mengalami disrupsi digital cukup besar. Pengaruh kuat dari adanya modernisasi menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat. Kita patut mengapresiasi adanya kemajuan teknologi yang ada saat ini, karna dengan demikian kita dapat melihat dunia dari jendela yang lebih luas. Tapi ada beberapa stigma masyarakat yang menganggap digital media membawa dampak buruk bagi bisnis mereka. Mengapa bisa timbul pemikiran demikian?

 

Bukan tanpa alasan, beberapa dari pengusaha merasakan sisi negatif dari keberadaan era digital modern. Mereka yang belum paham bagaimana memanfaatkan internet pastilah kalah dengan pesaingnya dari bisnis online. Bukan berarti mematikan segala jenis usaha, tetapi terhitung cukup banyak pengusaha offline yang mengalami gulung tikar akibat tidak adanya inovasi untuk mengikuti era perkembangan zaman.

 

Disrupsi digital, mematikan yang tidak berkembang, mengembangkan yang bergerak. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan betapa disrupsi digital bak mata uang. Memiliki dua sisi yang begitu bertolak belakang. Satu sisi, disrupsi digital menghantui para pelaku bisnis ritel konvensional. Karna seiring tumbuh kembang digital media, masyarakat memiliki kecenderungan untuk memilih berbelanja via online ketimbang harus pergi ke toko atau pusat perbelanjaan. Harga yang ditawarkan pun lebih terjangkau ketimbang yang ada di toko. Hal tersebut lantas membuat pelaku usaha offline mengalami penurunan pendapatan drastis bahkan hingga kebangkrutan tetap. Berubah atau mati. Begitulah sisi kejam dari disrupsi digital.

 

Jika ada bagian negatif, pastilah ada bagian positifnya pula. Disrupsi digital pun demikian. Jika dilihat dari kacamata yang lebih luas, sebenarnya disrupsi digital mampu membawa keuntungan yang signifikan. Dengan menceburkan diri ke ranah digital modern, setidaknya kita dapat membawa produk kita ke pasar yang tak terbatas. Konsumen juag turut diutungkan dengan kehadiran low-end-market, dimana semua harga yang ditawarkan begitu miring.

 

Kedepannya, disrupsi digital ini akan terus terjadi bahkan kian melebar ke semua sektor. Sangat disayangkan apabila pengusaha-pengusaha tidak melakukan peremajaan diri sehingga dapat mengikuti arus teknologi digital masa kini. Kesiapan industri dan kualifikasi diri menjadi kunci utama dalam bertahan dari disrupsi digital. Maju untuk mengambil resiko akan jauh lebih baik ketimbang berdiam diri kemudian menyesal. Hadirkan inovasi yang relevan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Jangan lelah juga untuk terus menggali potensi dalam diri selagi masih menginjak usia muda. Perlu diingat, disrupsi ialah momok menakutkan bagi mereka yang enggan mengikuti haluan. Tetapi disrupsi digital akan bertransformasi menjadi hal yang menguntungkan apabila kita mampu menyesuaikan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *